Anatomi Tema WordPress

By | October 13, 2017

Anatomi tema WordPress dan Tema WordPress Sederhana – Sebelum memulai membuat tema WordPress, adabaiknya kita memahami dan mengetahui dahulu sedikit tentang tema WordPress. Tema WordPress disimipan dalam sub direktori WordPress yang secara spesifik yakni berada dalam folder
wp-content/themes/
Dalam folder tersebutlah tempat dimana kita akan membuat tema WordPress. Folder tersebut tidak dapat semena-mena kita ubah namanya ataupun dipindahkan dengan cara mengubah konfigurasi dalam file wp-config.php. Direktori tema adalah tempat dimana kita menyimpan seluruh data template seperti file style, gambar, JavaScript, file fungsi, dll.

Contohnya jika kita membuat tema dengan nama “satmaxt” maka dalam folder tersebut itulah kita dapat menyimpan seluruh konfigurasi, hasil koding, dll di dalamnya. WordPress memasukan beberapa tema di dalamnya, sehingga dapat kita gunakan sebagai tema sederhana untuk website kita nantinya. Dalam tema tersebut bisa juga kita jadikan sebagai referensi tema yang akan kita buat atau kembangkan.

Secara anatomi dapat kita lihat bagaimana struktur tema pada WordPress pada gambar berikut ini yang saya ambil dari situs Yoast.

anatomy-wordpress

anatomy-wordpress

Secara default WordPress terdiri dari beberapa file utama pembentuk tema dan juga file tambahan seperti gambar dan JavaScript. Berikut ini tiga file utama pembentuk temanya adalah :

  1. File “style.css” file ini adalah core dari style untuk tema WordPress
  2. File “index.php” file ini penting karena setiap kali melakukan request atau visit terhadap situs WordPress, kita akan menggunakan file “index.php” ini.
  3. File “functions.php” File ini berperan sebagai pengatur tema, dimana kita dapat meregisterkan css pada tema, javascript, dll melalui file ini. Tidak hanya itu, kita juga dapat mendaftarkan navbar melalui file “functions.php” sehingga navbar yang dibuat adalah dinamis dan dapat di atur pada admin panel.

Itulah anatomi dalam tema WordPress menurut saya, sangatlah penting diketahui sebelum melakukan pembuatan tema wordpress. Sekian untuk tutorial kali ini, silahkan dilanjutkan pada tutorial selanjutnya.